fbpx
Sabtu , 15 Agustus 2020
Beranda / Artikel / Agar Ramadhan Kita Berakhir dengan Indah

Agar Ramadhan Kita Berakhir dengan Indah

Penulis: Hanifatus Suhro
(Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban)

Alhamdulillah ‘ala kulli hal, Allah sampaikan kita bertemu dengan bulan yang sungguh mulia, dimana di bulan agung ini memiliki banyak sekali keutamaan. Kita sudah menjalankan lebih dari dua pertiga bulan dan kini tersisa beberapa hari lagi. 

Shalihah, tamu itu akan pergi, pergi meninggalkan kita. Kita tidak tahu, akankah kita berjumpa dengannya lagi di tahun esok atau tidak. Oleh karenanya yuk shalihah, maksimalkan beribadah di sisa hari-hari ini. 

Shalihah, tamu itu akan pergi. Dua pertiga lebih kita telah lalui. Ketika di waktu itu kita banyak melakukan kebaikan dan ketaatan kepada Allah maka bersyukurlah, pujilah Allah. Karena sesungguhnya kita bisa beramal shalih karena hidayah dan pertolongan Allah SWT. Semaksimal apapun ikhtiar kita pasti ada kekurangan. Mungkin mata kita pernah melihat sesuatu yang diharamkan Allah, mungkin waktu kita kadang diisi dengan sesuatu yang tidak mendekatkan diri kepada Allah, ada ucapan kita yang menyakiti orang lain atau janji yang tidak kita tepati. Maka shalihah, yuk beristighfar dan bertaubat kepada Allah. Semoga Allah menerima semua amal kita dan mengampuni kita. 

Yuk Muhasabah, Shalihah ?

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (TQS Al Hasyr :18)

Kita sekarang sudah memasuki bagian-bagian akhir pada bulan Ramadhan. Kita perlu mengoreksi diri kita sendiri sebagai bahan evaluasi. Mulai awal Ramadhan hingga hari ini, apakah kualitas dan kuantitas ibadah kita sudah sesuai yang kita harapkan?. Apabila sudah, mari kita jaga sekuat tenaga hingga akhir Ramadhan. Jika belum sesuai dengan ekspektasi kita, mari kita tingkatkan dengan sebaik-baiknya agar kita bisa menutupnya dengan husnul khotimah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya”. (HR Bukhari)

Ibnul Jauzi berkata, “Sesungguhnya kuda pacu apabila mendekati batas finish ia akan mengerakan (semua) kemampuannya untuk memenangkan perlombaan. Jangan sampai kuda pacu menjadi lebih cerdas darimu.”

Agar Ramadhan Kita Berakhir dengan Indah

Agar Ramadhan kita berakhir dengan indah. Ada beberapa hal yang harus kita lakukan. 

  1. Berdoa kepada Allah

Kita adalah makhluk Allah yg dhoif (lemah). Allah adalah tempat kita bergantung, memohon pertolongannya. 

Allah SWT berfirman, yang artinya “Allah tempat meminta segala sesuatu.” (TQS. Al-Ikhlas: 2)

“Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami (ber-isti’anah) memohon pertolongan” (TQS. Al Fatihah: 5)

Shalihah, salah satu sebab kita tidak bisa maksimal dalam beribadah yakni karena kita lupa untuk menghadirkan Allah dalam hati dan tujuan kita, mengandalkan ilmu dan pengalaman. Kita lupa bahwa kita adalah hamba Allah yang lemah. Maka mulai saat ini yuk kita berdoa kepada Allah agar kesuksesan yang kita impikan yakni :

  1. Sukses meraih ampunan Allah SWT.
  2. Sukses meraih kebaikan Lailatul Qadar. 
  3.  Sukses meraih secara maksimal keutamaan pahala amal salih yang dilipatgandakan sebagaiaman yang telah Allah SWT janjikan karena ramadhan adalah bulan yang agung, waktu yang dimuliakan dimana pahala dan dosa yang dikerjakan dilipat gandakan.
  4.  Sukses dalam merealisasi hikmah pensyariatan puasa, yakni mewujudkan ketakwaan, sebagaimana firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana puasa itu diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa” (TQS al-Baqarah : 183).
  1. Tetapkan agenda dan berkomitmenlah beramal di beberapa akhir bulan ramadhan

Salah satu sebab kita gagal atau tidak bisa maksimal beribadah. Kita sibuk atau memprioritaskan urusan duniawi. Bisa jadi, karena kita tidak memiliki jadwal yang jelas dan kurang komitmen atau bisa jadi, jadwal kita kurang realistis maka saat ini yuk perbaiki dan tetapkan. 

  1. Hindari maksiat, perbanyak taubat dan istighfar kepada Allah

Yang membuat kita lemah dalam beramal solih adalah dosa kita bukan kekuatan fisik kita, sehingga disaat kita melaksanakan shalat tarawih justru bisa jadi kita ngantuk, disaat kita kuat menonton TV namun beribadah kepada Allah tidak semangat. Ketahuilah shalihah, itu adalah karena dosa kita. Utsman bin Affan rodhiyallahu ‘anhu sekali tarawih sekali hatam Qur’an, padahal Utsman bin Affan seorang kaya, pedagang. Lalu bagaimana dengan kita? 

Imam Ahmad berkata, “Sesungguhnya ganjaran dari keburukan adalah keburukan setelahnya.”

Oleh karena itu, marilah kita bersegera kembali kepada Allah dengan taubat kita.

  1. Prioritaskan Akhirat dan Yuk berburu Lailatul Qadar

Di sisa hari-hari dalam ramadhan ini. Kita harus memprioritaskan akhirat dan di sepertiga malam terakhir di ramadhan ada malam kemuliaan, lailatul qadar. Maka perbaiki ibadah kita agar kita menjadi orang yang sangat beruntung dengan memperoleh keutamaan-keutamaan lailatul qadar.

Banyak keutamaan lailatul qadar bebrapa diantaranya yakni :

  1. Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 Bulan. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya,“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (TQS. Al Qadar: 3). 

An Nakho’i mengatakan, “Amalan di lailatul qadar lebih baik dari amalan di 1000 bulan.” (Lihat Latho-if Al Ma’arif, hal. 341). 

  1. Malaikat dan juga Ar Ruuh yaitu malaikat Jibril turun pada Lailatul Qadar. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya :“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril” (TQS. Al Qadar: 4)

Banyak malaikat yang akan turun pada Lailatul Qadar karena banyaknya barokah (berkah) pada malam tersebut. Malaikat Jibril disebut “Ar Ruuh” dan dispesialkan dalam ayat karena menunjukkan kemuliaan (keutamaan) malaikat tersebut.

  1. Lailatul Qadar disifati dengan ‘salaam’

“Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al Qadr: 5) yaitu malam tersebut penuh keselamatan di mana setan tidak dapat berbuat apa-apa di malam tersebut baik berbuat jelek atau mengganggu yang lain. Demikianlah kata Mujahid (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 407). Juga dapat berarti bahwa malam tersebut, banyak yang selamat dari hukuman dan siksa karena mereka melakukan ketaatan pada Allah (pada malam tersebut). Sungguh hal ini menunjukkan keutamaan luar biasa dari Lailatul Qadar. 

  1. Dosa setiap orang yang menghidupkan malam ‘Lailatul Qadar’ akan diampuni oleh Allah. Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan bahwa yang dimaksud ‘iimaanan’ (karena iman) adalah membenarkan janji Allah yaitu pahala yang diberikan (bagi orang yang menghidupkan malam tersebut). Sedangkan ‘ihtisaaban’ bermakna mengharap pahala (dari sisi Allah), bukan karena mengharap lainnya yaitu contohnya berbuat riya’. (Lihat Fathul Bari, 4: 251)

Dengan kemuliaan waktu itu marilah kita maksimalkan beramal. Diantara amalannya :

1.Sholat fardhu dan sunnah. Bagi yang haid niatkan dalam hati, kita tidak sholat untuk ketaatan kepada Allah. Karena sesungguhnya ibadah itu adalah menjalankan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi yang dilarangNya. Ketika kita ada udzur syar’i, kita tidak bisa sholat maka itulah ketaatan kepada Allah. Insyaallah pun kita bisa mendapatkan pahala yang besar.

  1. Membaca Alquran. Bagi yang haid bisa membaca tanpa menyentuh mushaf.

3.Berzikir dengan memperbanyak bacaan tasbih (subhanallah), tahlil (la ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah), dan zikir lainnya.

  1. Memperbanyak istighfar.
  2. Memperbanyak doa.
  3. Membaca zikir ketika lailatul qadar
  4. Berbakti dan berbuat ma’ruf kepada Orang Tua dan/atau Suami
  5. Memperbanyak Sadaqah dan Infaq.
  6. Membaca Buku Islami
  7. Berdakwah
  8. Meninggalkan segala keburukan/maksiat.
  9. Menunaikan zakat fitrah

Menunaikan zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap muslim yang mampu yakni mempunyai kelebihan makanan bagi dirinya dan yang diberi nafkah pada malam dan siang hari ‘ied. Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah yaitu sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perkataan dan perbuatan keji, dan sebagai makan bagi orang-orang miskin…” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Maka berdasarkan hadits ini, zakat fitrah memiliki keutamaan yakni dapat membersihkan diri kita dari dosa dan perbuatan keji serta sebagai penyempurna dari puasa yang sudah di lakukannya selama sebulan penuh, karena dalam tabi’atnya manusia sekalipun dalam keadaan berpuasa kadang kala kita masih berbuat hal-hal yang tidak dibenarkan oleh syara’. Oleh karena itu, zakat fitrah ini datang sebagai pengganti dan penyempurna terhadap hal-hal yang masih kurang. Dalam hal ini Imam Waki’ Ibnu Al-Jarrah rahimahullahu ta’ala pernah berkata: “Perumpamaan zakat fitrah ini terhadap bulan ramadhan seperti sujud sahwi terhadap ibadah shalat, yang mana dengan zakat fitrah ini akan menyempurnakan kekurangan yang terjadi ketika berpuasa sebagai mana halnya sujud sahwi menyempurnakan kekurangan yang terjadi dalam shalat”.

Kurang-lebih, begitulah cara agar ramadhan kita berakhir dengan indah. Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat. Semoga Allah memudahkan kita untuk beribadah kepadaNya dan menerima segala amal shalih kita. Serta kita semua bisa menjaga ketakwaan kita setelah ramadhan. []

Tentang Bukit Gagasan

BUKIT GAGASAN adalah wahana mengekspresikan pendapat, pemikiran dan komentar-komentar dari para penulis terpilih. Gagasan yang dipublikasikan dapat berbentuk opini, analisis, kritik, refleksi, kisah inspiratif, atau solusi atas suatu permasalahan dalam berbagai bidang seperti sosial, ekonomi, pendidikan, politik, agama, dan kebudayaan

Cek Juga

Tetap Optimis menjadi Golongan Kanan di Tengah Pandemi COVID-19

Lebaran tahun ini sungguh istimewa. Mudik yang merupakan tradisi masyarakat di Indonesia mesti penuh resiko …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *