fbpx
Sabtu , 15 Agustus 2020
Beranda / Artikel / Keluarga Muslim, Keluarga Dakwah

Keluarga Muslim, Keluarga Dakwah

Penulis: Hanifatus Suhro
(Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban)

Keluarga adalah unit kecil dari masyarakat, lingkungan pertama dan utama dalam pembinaan dan pembentukan kepribadian induvidu-induvidu. Kondisi keluarga dalam masyarakat akan memengaruhi kondisi suatu kaum, bangsa dan negara.

Dalam pandangan Islam, pernikahan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan gharizah nau’ dan menciptakan keluarga yang harmonis. Lebih dari itu bagi muslim motivasi berkeluarga haruslah dilandasi dengan motivasi untuk meraih ridha Allah yakni dengan beribadah kepada Allah, menjaga kesucian diri, dan merealisasikan amal bahwa berkeluarga adalah bagian dari sebuah gerakan menegakkan hukum-hukum Allah di bumi-Nya. Keluarga muslim sejatinya menjadi pusat dakwah Islam. Setiap anggota keluarga yang telah aqil baliqh menjadi juru dakwah dan pendukung dakwah sehingga mampu berkontribusi untuk membangun peradaban yang agung yakni peradaban Islam yang gemilang.

Untuk membentuk keluarga dakwah maka setiap anggota keluarga harus memahami dan menjalankan peran dan tugas masing-masing seperti suami sebagai pendidik bagi istri dan anak-anaknya serta Ibu sebagai madrasah pertama anak-anaknya. Kemudian suami dan istri perlu menyatukan misi pernikahan mereka yaitu membentuk keluarga dakwah, memiliki kesadaran bahwa mereka terlahir sebagai ummat terbaik, pejuang-pejuang Islam yang memiliki kewajiban untuk menyeru pada yang ma’ruf dan mencegah dari mungkar. Hal ini sebagaimana dalam firman Allah ”Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah (QS 3: 110).

Membentuk keluarga dakwah adalah manifestasi keimanan terhadap perintah Allah sebagaimana firman Allah dalam Surah Ali Imron ayat 104 “ Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung”

Keluarga pengemban dakwah pun realisasi dari kepedulian ummat. Mereka melihat kondisi ummat yang jauh dari Islam, ummat terkena akibat dari upaya gerakan sekulerisme, liberalisme dan pluralisme yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Mereka berusaha keras merusak Islam dan menjauhkan umatnya dari ajaran yang benar, mereka membuat penganutnya merasa phobia dengan ajarannya, enggan mengkajinya apalagi memperjuangkannya. 

Tidak hanya permasalahan dan serangan dari luar ummat, di dalam ummat Islam pun mengalami perpecahan. Dalam keadaan seperti ini, umat Islam tidak boleh tinggal diam. Dakwah merupakan salah satu jalan yang harus ditempuh. Oleh sebab itu setiap anggota keluarga muslim seharusnya memiliki semangat berdakwah yang tinggi, sesuai dengan profesi utama setiap muslim yakni sebagai seorang da’i.

Adapun dalam membentuk keluarga dakwah, keluarga Rasulullah dan para sahabat  merupakan teladan bagi kita. Rasulullah dan para sahabat merupakan pejuang dakwah yang sangat tangguh, mereka mengalami berbagai kesulitan bahkan penderitaan yang amat berat. Walaupun demikian, Rasulullah dan para sahabat sanggup mengatasi dan melewati berbagai hambatan yang menghadang dakwah karena di sisi mereka ada istri tercinta yang menjadi partner, yang mendukung dan menguatkan mereka. Seperti Khadijah ra istri Rasulullah yang selalu setia dan selalu memberikan dorongan dan bantuan di jalan dakwah. Khadijah ra mengorbankan hartanya demi dakwah Rasulullah dan menenangkan Rasulullah ketika mengalami kesulitan di medan dakwah. Begitu juga Fatimah ra. yang rela tangannya menjadi kasar karena mengerjakan tugas rumah tangga untuk memuluskan langkah dakwah suaminya, Ali ra. 

Dalam jalan dakwah, ada kalanya pengemban dakwah mengalami semangat dan kualitas dakwah yang meningkat, sebaliknya mereka bisa mengalami futur dalam dakwah karena beberapa sebab. Bisa jadi menjadi penyebab futur dakwah karena sibuk dengan urusan pekerjaan baik luar rumah (suami) maupun dalam rumah (istri) maka jangan pernah ridha melihat pasangannya futur dalam berdakwah. Ingatkan dengan cara yang ma’ruf. Untuk suami pengemban dakwah, adakalanya istri kelelahan dengan aktifitas di rumah sehingga berdampak pada berkurangnya aktifitas dakwahnya. Dalam kondisi demikian maka bantulah meringankan tugas rumah tangganya dengan mempekerjakan pembantu dan/atau membantu istrinya melakukan pekerjaan rumah tangga sebagaimana Rasulullah pun membantu istri-istrinya. 

Penyebab futur dakwah yang lain bisa karena karena kondisi teman-teman seperjuangannya yang tidak kondusif maka hibur dirinya dan ingatkan bahwa seperti itulah dinamika berjamaah. Berikan motivasi agar tetap bersabar di jalan dakwah jama’ah, ingatkan bahwa berdakwah itu karena Allah, bukan karena siapapun. 

Penyebab lainnya bisa jadi karena kemaksiatan maka ajak ia untuk bermuhasabah, ajak untuk bersama-sama memohon ampunan Allah agar suami atau istri serta anak-anak tidak surut ke jalan kemaksiatan, melainkan terus melaju dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Untuk itulah, keluarga harus selalu mengkondisikan keluarganya dengan memfasilitasi dalam dakwah, mendorong dan saling mengingatkan agar tetap konsisten dan bersemangat dalam melaksanakan kewajiban mulia ummat ini yakni kewajiban berdakwah apapun kondisinya. []

Tentang Bukit Gagasan

BUKIT GAGASAN adalah wahana mengekspresikan pendapat, pemikiran dan komentar-komentar dari para penulis terpilih. Gagasan yang dipublikasikan dapat berbentuk opini, analisis, kritik, refleksi, kisah inspiratif, atau solusi atas suatu permasalahan dalam berbagai bidang seperti sosial, ekonomi, pendidikan, politik, agama, dan kebudayaan

Cek Juga

Seruan Rasulullah kepada Penguasa

Islam adalah agama dakwah, menyeru kepada jalan Allah kepada seluruh manusia. Allah dengan tegas berfirman, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *