fbpx
Senin , 17 Februari 2020
Beranda / Artikel / April Mop Tak Sekedar Joke

April Mop Tak Sekedar Joke

Penulis: Fitri Suryani
(Guru SMAN di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara)

April Mop tak sedikit diperingati diberbagai belahan dunia. Hanya sayangnya hari tersebut masih ada saja diantara kita yang jauh dari pengetahuan tentang sejarah kelamnya. Padahal April Mop tak sekedar joke.

Perayaan April Mop atau berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Dimana perayaan April Mop ini bertepatan dengan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol secara sadis oleh tentara perang salib melalui trik mengirimkan barang haram seperti alkohol dan juga melakukan penipuan.

Setelah tentara salib melakukan penyerangan dengan kejam terhadap muslim Spanyol, mereka tidak berhenti begitu saja karena berpikir masih banyak muslim yang bersembunyi. Untuk membuat muslim keluar, akhirnya tentara salib melakukan penipuan terhadap umat Islam. Mereka mengatakan bahwa akan membebaskan muslim yang tersisa dengan membawanya keluar dari Spanyol menggunakan kapal yang sudah disiapkan di pelabuhan.

Meski awalnya tidak percaya, namun akhirnya banyak muslim yang berkumpul di pelabuhan. Sebelum para muslim yang berada di pelabuhan di bunuh, mereka sempat menyaksikan rumah mereka di bakar habis-habisan dengan orang-orang muslim yang masih tersisa disana.

Tentara salib juga menghabisi seluruh muslim di pelabuhan dengan membantai seluruh warga sipil Spanyol. Peristiwa berdarah yang membuat lautan yang tadinya biru menjadi kehitaman ini terjadi pada tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April Fool’s Day) (Tribunnews.com, 01/04/2019).

April Mop, dikenal dengan April Fools’ Day, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari itu, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap keluarga, musuh, teman bahkan tetangga dengan tujuan mempermalukan orang-orang yang mudah ditipu.

Peringatan tersebut tak jarang pula diikuti oleh kaula muda Muslim yang latah terhadap tradisi tersebut. Seakan-akan 1 April merupakan hari di mana seseorang bebas dengan keisengan ataupun kebohongannya. Bila telah berhasil melakukan keisengan kepada sang target, maka ada perasaan puas bagi pelaku.

Selain itu, kaula muda Muslim yang latah dalam peringatan April Mop karena tak sedikit ikut-ikutan tradisi dari luar ajarannya, tanpa melihat apa hakikat dari peringatan tersebut. Sebab itu, mereka merayakan April Mop dengan cara membolehkan kebohongan, walau dibungkus dengan alasan sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Karena pada hari itu di mana saudara-saudaranya seiman ditipu dan dibantai oleh tentara Salibis di Granada, Spanyol. Maka dari itu, umat Islam tak sepatutnya ikut-ikutan memperingati perayaan tersebut.

Tentu ini tak lepas dari budaya barat yang liberal, yang berusaha memasukkan ide-ide dan kebiasaan mereka di tengah-tengah generasi Muslim. Apalagi generasi saat ini sangat mudah sekali ikut-ikutan, tanpa berpikir panjang atas apa yang dilakukannya. Karena beranggapan banyak orang melakukan, sehingga mengiranya tak masalah.

Inilah kebiasaan yang tak jarang kita temukan di masyarakat, yakni berpikir pragmatis, menjadikan fakta sebagai sumber hukum. Menganggap yang banyak dilakukan oleh masyarakat, itulah yang benar dan dapat dicontoh.

Sementara dalam Islam, kaum Muslim dilarang tasyabbuh bil kuffar, menyerupai ciri khas kaum kuffar, karena itu bukan berasal dari ajaran Islam. Sebagaimana Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam telah bersabda, yang artinya:

Orang yang menyerupai suatu kaum, ia bagian dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud, 4031, di hasankan oleh Ibnu Hajar di Fathul Bari, 10/282, di shahihkan oleh Ahmad Syakir di ‘Umdatut Tafsir, 1/152).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin pun menyatakan: “Suatu perbuatan yang merupakan tasyabbuh, tidak disyaratkan adanya niat untuk tasyabbuh. Maka, bentuk dari perbuatan tasyabbuh itu terjadi walau tidak dimaksudkan demikian. Maka jika terjadi suatu perbuatan yang merupakan bentuk dari tasyabbuh, hukumnya terlarang. Ini tidak dibedakan baik dalam tasyabbuh dengan orang kafir atau tasyabbuh-nya wanita dengan laki-laki atau tasyabbuh-nya laki-laki dengan wanita. Tidak disyaratkan adanya niat, selama di sana terjadi satu bentuk tasyabbuh (maka terlarang)”

Dari itu tasyabbuh bil kuffar atau meniru kekhususan orang kafir, tetap terlarang dalam syariat walaupun pelakunya tidak berniat untuk tasyabbuh. Karena larangan tersebut tidak melihat niat, tetapi apa yang tampak dari perbuatannya. Walaupun orang yang melakukan tak berniat untuk menyerupai kebiasaan di luar ajaran Islam, akan tetapi hasil dari perbuatan yang ia lakukan adalah seperti orang kafir dan memiliki salah satu ciri khas orang kafir. Oleh karena itu, tetap terlarang, walaupun tidak berniat demikian.

Dengan demikian, penting adanya dakwah ditengah-tengah masyarakat untuk memahamkan tentang ajaran Islam itu sendiri.. Terlebih dalam hal ini negara memiliki peran penting untuk menjaga akidah warga negaranya, agar tidak mudah ternodai dengan hal-hal di luar dari ajaran-Nya. []

 

Tentang Bukit Gagasan

BUKIT GAGASAN adalah wahana mengekspresikan pendapat, pemikiran dan komentar-komentar dari para penulis terpilih. Gagasan yang dipublikasikan dapat berbentuk opini, analisis, kritik, refleksi, kisah inspiratif, atau solusi atas suatu permasalahan dalam berbagai bidang seperti sosial, ekonomi, pendidikan, politik, agama, dan kebudayaan

Cek Juga

Pilpres Aroma April Mop

Ada yang sudah menunggu sejak tahun lalu (2018) kehadiran 2019 untuk ganti kepemimpinan. 17 April …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *