fbpx
Rabu , 15 Juli 2020
Beranda / 2019 / April

Arsip BulananApril 2019

Membongkar Kejahatan Demokrasi: Dari Kecurangan Pemilu, Budaya  Korupsi hingga Neokolonialisme China

Kejahatan pertama pemilu demokrasi adalah kecurangan yang luar biasa dan telah membunuh ratusan jiwa rakyat kecil. Demokrasi dan kecurangan adalah dua sisi mata uang. Pemilu 2019 diwarnai kecurangan yang begitu telanjang, bahkan disinyalir pemilu  2014 juga sarat dengan  kecurangan. Dengan dana 25 triliun, pemilu 2019 oleh banyak kalangan dianggap sebagai …

Baca Selengkapnya »

Garis Keras atau Garis Loyo, Radikal atau Moderat?

Penyematan sifat stigmatis terhadap Islam sesungguhnya terjadi sejak zaman Rasulullah. Oleh gerombolan kafir Quraisy, Rasulullah selalu difitnah dan digelari dengan bermacam sebutan negatif. Dikarenakan kebencian dalam dada, kafir Quraisy menfitnah Rasulullah sebagai orang gila, dukun dan bahkan penyihir (lihat QS As Shafat : 36, Ad Dukhan: 14, Ad Dzariyat: 39, …

Baca Selengkapnya »

Antara Kebhinekaan dan Multikulturalisme, Adakah Relasinya dengan Surga dan Neraka ?  

Muncul di media sosial seorang anak belasan tahun membelakangi kamera seraya memperlihatkan kaos biru yang dipakainya, bertuliskan: “kalo surga milik kaummu, biarkan kami di neraka dengan kebhinekaan”. Terlepas dari hanya sebuah tulisan, remaja itu mencoba menghubungkan istilah kebhinekaan dengan surga dan neraka. Benarkah demikiran? Mungkin remaja itu hanya emosional belaka, …

Baca Selengkapnya »

Kandidat Beri, Timses Fasilitasi, Pemilih Menikmati

Tau sama tau, sudah menjadi rahasia umum politik uang dalam pemilu. Jargon keramat demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat sepertinya hanya sebuah pemanis belaka. Kenyataannya, dari pemilik modal (uang) oleh pemilik modal dan untuk mereka yang bermodal besar. Hanya mereka yang memiliki dukungan kuat dari pengusaha atau pemilik …

Baca Selengkapnya »

Akuntabilitas Pemilihan Pemimpin Dalam Islam

Memilih pemimpin merupakan sesuatu yang penting. Manusia itu adalah makhluk sosial yang membutuhkan untuk berinteraksi satu sama lain. Memenuhi kebutuhan hidup menjadi alasan yang dibenarkan untuk berinteraksi. Tentunya dalam berinteraksi rentan terjadi friksi-friksi di antara masing-masing orang. Menyelesaikan persengketaan dan menyatukan pandangan di antara alasan untuk memilih pemimpin. Bahkan Rasulullah Saw …

Baca Selengkapnya »

Masa Tenang, Masa Menentukan Pilihan

Tiga hari masa tenang menjelang pemilu 2019 merupakan momen yang tepat untuk digunakan masyarakat Indonesia untuk berpikir jernih dan rasional. Karena, pilihan mereka akan menentukan bagaimana masa depan bangsa Indonesia ke depannya. Berkaitan dengan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat untuk memanjatkan doa pada masa tenang Pemilu 2019 …

Baca Selengkapnya »

Kasus Kriminalitas Makin Mengganas, Mengapa Begitu?

Kriminalitas yang terjadi di tengah masyarakat kian hari memprihatinkan saja dan semakin beragam motifnya. Bak jamur yang tumbuh di musim penghujan. Dapat dikatakan bahwa tiada hari tanpa terjadi kejahatan, baik pembunuhan, perampokan, pencurian, aborsi, narkoba, miras dan lain-lain. Tercatat, sepanjang tahun 2018, jumlah kasus kriminal (crime total) mencapai angka 32.301 …

Baca Selengkapnya »

Kecam Syariat Islam di Brunei, Paradoks HAM PBB

PBB memprotes akan pemberlakuan Syariat Islam di Brunei Darussalam. PBB menilai bahwa pemberlakuan Syariat Islam tersebut telah melanggar HAM (Hak Asasi Manusia) dan merupakan pelanggaran. Stephanie Dujarric, Jubir Sekretaris Jenderal PBB pada Rabu, 3 April 2019 mengatakan: “ Undang – undang yang telah disahkan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap prinsip …

Baca Selengkapnya »

The End of History: Jokowi

Tinggal hitungan hari bakal lahir pemimpin baru. Hari Pencoblosan kian dekat, kampanye makin gencar menjelang masa tenang. Para pendukung semakin unjuk gigi menjagokan capres-cawapres masing-masing. Berbeda dari penyelenggaraan pemilu sebelumnya, animo rakyat terhadap pesta demokrasi lima tahunan ini sangat besar. Mereka begitu antusias menyambut kepemimpinan dengan nakhoda kapal yang baru. …

Baca Selengkapnya »

LGBT Dirajam, Pendekar HAM Meradang

Kerajaan Brunei Darussalam pada Rabu, 3 April 2019, resmi memberlakukan hukum syariah Islam yang mencantumkan hukuman rajam hingga tewas terhadap kaum homoseksual. Tentu saja kebijakan ini menuai reaksi keras dari pendekar HAM dunia saat ini, yaitu PBB. Komisioner Hak Asasi Manusia PBB, Michelle Bachelet, menuduh Brunei Darussalam berusaha menerapkan hukum …

Baca Selengkapnya »