fbpx
Senin , 17 Februari 2020
Beranda / Artikel / Ketika Abu Lahab Terlahir Kembali

Ketika Abu Lahab Terlahir Kembali

Penulis: Dr. Ahmad Sastra
(Dosen Filsafat Universitas Ibnu Khaldun, Bogor)

Abu lahab adalah salah seorang paman Rasulullah, namanya Abdul Uza Abdul Muththalib. Dirinya mendapat julukan abu utaibah. Dinamakan abu lahab karena wajahnya yang bercahaya. Dia adalah orang yang paling banyak menyakiti Rasulullah SAW, membenci beliau dan menghambat dakwah Islam yang dibawa Rasulullah.

Dikabarkan oleh Imam Ahmad bahwa abu lahab adalah seorang jahiliah. Rasulullah bersabda di depan khalayak ramai, “ Wahai bani fulan, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian. Aku perintahkan kalian untuk menyembah Allah dan jangan menyekutukanNya dengan sesuatu apapun. Kalian harus mempercayaiku dan melindungiku hingga aku menyelasaikan tugas yang diberikan kepadaku”.

Setelah Rasulullah selesai berbicara, orang yang berada di belakang beliau berkata, “wahai bani fulan, orang ini menginginkan kalian meninggalkan latta dan uzza. Orang ini datang membawa bid’ah dan kesesatan, maka janganlah kalian mendengarkan dan mengikutinya. Orang yang dibelakang Rasulullah itulah Abu Lahab. Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad (Musnad Ahmad, 3/492-493) dan At Thabrani (Al Kabir, 5/63 No. 4589). Hadits ini juga disebutkan pula oleh Al Haitsami (Majma’ Az Zawa’id, 6/38-39).

Sejak itulah Abu Lahab selalu menghalangi dakwah Islam yang dibawa oleh Rasulullah. Bahkan dia pernah sesumbar, bahwa jika apa yang dibawa Rasulullah adalah benar, maka dia akan menebus dirinya pada hari kiamat dari siksaan dengan harta dan anaknya. Istri abu lahab, Arwa binti Harb bin Umayah membantu suaminya dalam kekufuran dan sikap keras kepalanya. Maka wanita ini kelak akan disiksa Allah bersama suaminya di neraka jahanam. Abu lahab dan Abu Jahal adalah setali mata uang, sama-sama pembenci Islam dan penghalang dakwah Rasulullah.

Allah lantas berfirman berkenaan dengan penentangan Abu Lahab beserta istrinya itu terhadap dakwah Rasulullah. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan Sesungguhnya Dia akan binasa, tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan, kelak Dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar yang di lehernya ada tali dari sabut (QS Al Lahab : 1-5).

Yang dimaksud dengan kedua tangan Abu Lahab ialah Abu Lahab sendiri. Pembawa kayu Bakar dalam bahasa Arab adalah kiasan bagi penyebar fitnah. Isteri Abu Lahab disebut pembawa kayu bakar karena dia selalu menyebar-nyebarkan fitnah untuk memburuk-burukkan Nabi Muhammad Saw dan kaum Muslim. Jika zaman sekarang istri Abu Lahab adalah penebar hoax dan tukang menfitnah Islam dan mempersekusi kaum muslimin.

Akibat fitnah kepada Islam dan persekusi kepada kaum muslimin, kini banyak orang yang mengalami islamophobia. Orang-orang barat kafir menfitnah bahwa ajaran Islam adalah sumber radikalisme dan terorisme. Mereka membangun narasi radikalisme dengan tujuan menyerang Islam. Monsterisasi khilafah sebagai ajaran Islam juga menimbulkan berbagai bentuk kezaliman kepada kaum muslimin oleh orang-orang kafir.

Orang-orang kafir, meski berbeda agama dan aliran kompak untuk menzolimi muslim di berbagai belahan dunia. Lihatlah nasib mengenaskan kaum muslimin yang berada di Irak, Palestina, Uighur, Selandia Baru, Indonesia, India, Perancis, Yaman, Suriah, dan Myanmar.

Namun yang lebih mengenaskan adalah tatkala ada orang yang mengaku muslim justru ikut-ikutan proyek barat kafir untuk menyerang Islam dan kaum muslimin. Mereka ikut-ikutan menfirnah Islam dan kaum muslimin. Mereka secara bergerombol menolak khilafah sebagai ajaran Islam. Hati mereka begitu benci dan dengki kepada khilafah. Padahal khilafah jelas-jelas ajaran Islam dan bersumber dari nash syara’. Mereka ikut menghalangi dakwah Islam dalam menegakkan syariah dan khilafah di bumi Allah. Padahal mereka mengaku beriman kepada Allah dan Rasulnya.

Allah menggambarkan mereka melalui firmanNya: Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut, Padahal mereka telah diperintah mengingkari Thaghut itu. dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (QS An Nisaa’ : 60).

Disebut thaghut adalah mereka yang selalu memusuhi Nabi dan kaum muslimin dan ada yang mengatakan Abu Barzah seorang tukang tenung di masa Nabi. Termasuk thaghut juga: 1. orang yang menetapkan hukum secara curang menurut hawa nafsu. 2. berhala-berhala.

Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (QS An Nisaa’ : 61).

Maka Bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: “Demi Allah, Kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna“. (QS An Nisaa’ : 62).

Dan sekarang nampaknya anak cucu Abu Lahab ini banyak bertembaran di Indonesia dan dunia. Semoga kita termasuk orang-orang pilihan yang senantiasa berjuang menegakkan Islam di muka bumi, sebagaimana rasulullah telah menegakkan daulah Islam di Madinah. Meskipun untuk itu, harus dihadapkan dengan kebencian, kedengkian dan permusuhan orang-orang kafir dan munafik. []

Tentang Bukit Gagasan

BUKIT GAGASAN adalah wahana mengekspresikan pendapat, pemikiran dan komentar-komentar dari para penulis terpilih. Gagasan yang dipublikasikan dapat berbentuk opini, analisis, kritik, refleksi, kisah inspiratif, atau solusi atas suatu permasalahan dalam berbagai bidang seperti sosial, ekonomi, pendidikan, politik, agama, dan kebudayaan

Cek Juga

Persekusi Dakwah Ditunggangi Setan

Setan, sebagaimana digambarkan dalam al Qur’an adalah musuh nyata bagi manusia, terutama bagi orang-orang beriman.  …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *