fbpx
Rabu , 1 April 2020
Beranda / Artikel / Islamophobia Memakan Korban Lagi, Islam Kaaffah Solusinya

Islamophobia Memakan Korban Lagi, Islam Kaaffah Solusinya

Penulis: Diana Wijayanti
(Pemerhati Sosial, Palembang)

Biadab, itulah yang tepat kita ucapkan kepada seorang lelaki berkulit putih dengan akun FB “Brenton Tarrant” yang menyiarkan secara langsung serangan terorisme ke dalam masjid An Noor, di kota Christchurch, Selandia Baru. Semoga laknat Allah SWT atasnya.

Kepolisian Selandia Baru menyampaikan pembunuhan sadis itu ada 49 orang, 48 yang lain luka-luka. Diperkirakan ada 300 orang yang sedang melakukan sholat Jum’at waktu itu, dilansir The Guardian, Jum’at 15/03/2019.

Hari Jum’at yang mulia, bulan Rajab yang merupakan bulan haram, darah kaum muslimin ditumpahkan, oleh orang Kafir laknatullah. Bukankah nyawa seorang muslim saja sangat berharga di sisi Allah SWT? Dari al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani)

Apa yang menyebabkan pembantaian Muslim terus terjadi? Kalau kita perhatikan dengan seksama apa yang terjadi terhadap kaum muslimin di Dunia ini, maka kurang lebih ada dua hal:

Pertama, Islamophobia yang terus digembar-gembor kan Barat terhadap Islam. Islam digambarkan dengan gambaran yang sangat buruk, menjijikkan dan kejam. Ini bisa kita lihat dari kasus pelaku penembakan muslim di Selandia Baru, dia menulis manifesto setebal 74 halaman yang menceritakan bahwa dia dendam dengan Muslim yang telah “menyerbu” negara-negara kulit putih.

Kedua, karena kaum muslim ini tidak ada lagi perisai dan pelindungnya yaitu Khilafah. Sejak Khilafah Islam yang diwariskan Rasulullah Saw runtuh pada 3 Maret 1924 Masehi, kaum muslimin ibarat ayam yang kehilangan induknya. Kaum muslimin dihina, dimiskinkan, dibantai dan dijajah tanpa ada yang membela dan membalas kekejaman orang kafir. Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah :120

 “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah mereka.”

Allah ta’ala juga telah memperingatkan kepada kita tentang tabiat orang kafir, Dia berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali Imran: 118).

Kapankah derita ini selesai?

Sungguh Allah SWT telah menurunkan petunjuk agar manusia keluar dari persoalan yang dihadapi. Aturan itu ada dalam Kitabullah (Al-Qur’an) dan as Sunnah (Al Hadits). Rasulullah Saw telah memberikan teladan bagaimana merubah bangsa Arab yang jahiliah menjadi bangsa yang maju, dan adidaya dunia hingga 13 abad lamanya.

Sistem Islam warisan itu adalah dengan penerapan Syariah Islam secara kaaffah dalam naungan khilafah Islamiyyah. Sejarah membuktikan bahwa fase Dakwah di Madinah semenjak Rasulullah Saw hijrah hingga tahun ke 13 Hijriah, syariah Islam secara kaaffah diterapkan di dalam negeri dan menyebarluaskan dakwah ke luar negeri, hingga seluruh jazirah Arab masuk dalam naungan Negara Islam pertama yang dipimpin langsung oleh Rasulullah Saw hingga wafatnya.

Kepemimpinan Islam digantikan oleh Abu Bakar as Siddiq, dilanjutkan Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib yang di kenal dengan para Khulafaur Rasyidin, dilanjutkan oleh Bani Umayyah, Bani Abbasiyah dan Bani Utsmaniyah. Bahkan keberkahan, kesejahteraan, keamanan tidak hanya dirasakan oleh kaum muslimin tapi juga oleh orang Kafir yang obyektif melihat fakta diterapkan nya Islam secara kaaffah oleh para Khalifah.

Will Durant seorang sejarawan barat. Dalam buku yang dia tulis bersama Istrinya Ariel Durant, Story of Civilization, dia mengatakan, “Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama beradab-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka”

Mary McAleese, Presiden ke-8 Irlandia yang menjabat dari tahun 1997 sampai 2011. Dia juga seorang anggota Delegasi Gereja Katolik Episkopal untuk Forum Irlandia Baru pada 1984 dan anggota delegasi Gereja Katolik ke North Commission on Contentious Parades pada 1996. Dalam pernyataan persnya terkait musibah kelaparan di Irlandia pada tahun 1847 (The Great Famine), yang membuat 1 juta penduduknya meninggal dunia. Terkait bantuan itu, Mary McAleese berkata:

“Sultan Ottoman (Khilafah Utsmani) mengirimkan tiga buah kapal, yang penuh dengan bahan makanan, melalui pelabuhan-pelabuhan Irlandia di Drogheda. Bangsa Irlandia tidak pernah melupakan inisiatif kemurahan hati ini. Selain itu, kita melihat simbol-simbol Turki pada seragam tim sepak bola kita.”

Montgomery Watt mengungkapkan, “Cukup beralasan jika kita menyatakan bahwa peradaban Eropa tidak dibangun oleh proses regenerasi mereka sendiri. Tanpa dukungan Islam yang menjadi ‘dinamo’-nya, Barat bukanlah apa-apa.” Hal yang sama pernah dikatakan oleh Barack Obama. Dia mengatakan. “Peradaban berhutang besar pada Islam.” Maksudnya adalah peradaban Barat memiliki utang besar kepada peradaban Islam.

Jaminan kesejahteraan era khilafah dapat terwujud bukan karena kebetulan, namun karena khilafah memiliki seperangkat aturan atau kebijakan. Aturan maupun kebijakan ini bersumber dari Islam. Karena sejatinya khilafah adalah representasi dari penerapan Islam secara menyeluruh dan utuh. Aturan-aturan ini mencakup ranah individu, keluarga, masyarakat dan negara. Sehingga secara sederhana semua keagungan khilafah terwujud karena Islam diterapkan secara penuh.

Beberapa bentuk aturan atau kebijakan dalam khilafah sehingga ada keterjaminan kesejahteraan bagi rakyat antara lain:

Pertama. Khilafah adalah sebuah negara yang Islam diterapkan menetapkan bahwa setiap muslim laki-laki, khususnya kepala rumah tangga memiliki tanggung jawab untuk bekerja guna memberikan nafkah baginya dan bagi keluarga yang menjadi tanggung jawabnya.

Kedua. Islam mengatur ketika masih ada kekurangan atau kemiskinan yang menimpa seseorang, maka tanggung jawab itu menjadi tanggung jawab sosial. Maksudnya keluarga dan tetangga turut dalam membantu mereka yang masih dalam kekurangan dengan berbagai macam aturan Islam seperti zakat, sedekah dan lainnya.

Ketiga. Khilafah melalui pemimpin tertingginya yaitu seorang khalifah adalah pihak yang mendapatkan mandat untuk mengayomi dan menjamin kesejehteraan rakyat. Dia yang akan menerapkan syariah Islam, utamanya dalam urusan pengaturan masyarakat seperti sistem ekonomi dan lainnya.

Dalam sistem ekonomi, khilafah memiliki kebijakan dalam mengatur kepemilikan kekayaan negara sesuai Islam. Ada kepemilikan individu, umum dan negara yang semua diatur sedemikian rupa untuk kemakmuran rakyat. Pengaturan tersebut kemudian akan masuk dalam Baitul Mal yang menjadi pusat kekayaan khilafah. Arahnya adalah untuk menjamin kehidupan per-individu rakyat agar benar-benar mendapatkan sandang, pangan dan papan. Serta untuk mewujudkan jaminan bagi rakyat dalam bidang pendidikan, kesehatan, keamanan, pertanian, industri, infrastruktur dan lainnya.

Secara rinci akan dijumpai dan merujuk dalam aturan Islam mengenai pengaturan ekonomi dalam negara yang disebut dengan sistem ekonomi Islam. Dan dalam era khilafah dulu ataupun yang akan tegak nantinya, sistem ekonomi Islam menjadi salah satu paket dari sistem lainnya seperti politik-pemerintahan, hukum dan sebagainya yang akan diterapkan secara utuh dan menyeluruh. []

Tentang Bukit Gagasan

BUKIT GAGASAN adalah wahana mengekspresikan pendapat, pemikiran dan komentar-komentar dari para penulis terpilih. Gagasan yang dipublikasikan dapat berbentuk opini, analisis, kritik, refleksi, kisah inspiratif, atau solusi atas suatu permasalahan dalam berbagai bidang seperti sosial, ekonomi, pendidikan, politik, agama, dan kebudayaan

Cek Juga

Terima Kasih untuk yang Pro dan Kontra Khilafah: Keduanya Memicu Gelombang Kebangkitan Islam 

Meski gagasan khilafah semakin mendapat simpati masyarakat Indonesia, namun tidak sepi juga dari penolakan. Meski …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *