fbpx
Minggu , 7 Juni 2020
Beranda / Artikel / Dan ‘Di Sini’ Ustadz Ismail Yusanto Berpuisi

Dan ‘Di Sini’ Ustadz Ismail Yusanto Berpuisi

Penulis: Hanif Kristianto
(Analis Politik dan Media)

Ustadz Ismail Yusanto (UIY) dikenal publik luas sebagai juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia. Representasi HTI sudah mendaging dan melekat pada dirinya. Berlepas dari penolakan kasasi terhadap HTI, Jubir menemukan wahana baru. Kontemplasi dari sebuah lompatan perjuangan, yaitu berpuisi.

Jika sering mengamati retorika pidato UIY di media, publik menilai tiada duanya. Mau bertanya lebih jelas dan dalam tentang HTI, jawabannya ada di UIY. Pertanyaan seputar HTI dan dinamika politik selama beberapa tahun ini kerap menguras pikiran dan tenaga UIY. Nah, dalam medium dakwah kekentalan tsaqofah Islamiyah mampu dikirimkan melalui puisi. Berpuisi memang tidak sedang mendalil dan menjabar tsaqofah. Berpuisi lebih pada kontemplasi dan penghayatan jiwa yang medalam.

UIY dengan puisi ‘Di Sini Di Sana Di Sana Di Sini’ telah memberikan warna dan memecah kebekuan dalam penyampaian dakwah. Berpuisi memang bukan cara baku dalam dakwah UIY. Puisi hanya sebuah pesan dan kreatifitas uslub untuk mendekat dan menyentuh perasaan.

Opini Ideologis dan Puisi

HTI kerap menyampaikan pendapatnya melalui tulisan dan opini ideologis dalam bentuk opini. Rasa politis, ideologis, dan pemikiran menyentuh betul pemikiran. Data dan fakta yang disampaiakan kepada khalayak tak terbantahkan. Analisis dari sudut pandang Islam begitu kental sebagai solusi bagi kehidupan. Opini ideologis memang mengajak pembaca untuk berfikir. Karenanya sentuhan pada pemikiran dan akal lebih dikedepankan.

Puisi bagi sebagian orang dirasa terlalu mendayu-dayu. Melow dan slow. Nilai ideologisnya kecil dan kata-katanya bombastis. Terkadang pesannya tidak bisa ditangkap hanya dengan membaca sekilas. Puisi memang berbeda dengan opini. Puisi lebih menyentuh pada perasaan hati. Pelan-pelan pesannya tidak menghentak, namun pasti melekat di hati. Bagi pembaca yang tidak suka dengan opini blak-blakan. Puisi bisa menjadi alternatif.

UIY dengan kreatifitas pemikiran dan perpaduan perasaannya mampu berpuisi. Apakah ini akan menjadi tren baru di kalangan aktifis dakwah? Atau akan banyak penyair-penyair ideologis yang lahir dari inspirasi Jubir HTI? Apakah akan bermunculan komunitas penyair dan pecinta sastra Islam ideologis? Waktu yang akan bisa menjawabnya.

Puisi kini bisa menjadi amunisi baru. Sebenarnya berpuisi ingin menghadirkan cita rasa berbahasa dan bertutur secara teratur. Jauh dari kesan bombastis dan agitatif. Lebih pada ajakan melalui perasaan yang dibalut dari sudut pandang ideologi Islam.

Makna Puisi UIY

Secara garis besar puisi ‘Di Sini Di Sana Di Sana Di Sini’ adalah gelora batin penulis yang didasari pijakan aqidah Islam. Aqidah yang menyatukan pemikiran tentang alam semesta, manusia, dan kehidupan, serta kaitan kehidupan sebelum dunia dan sesudah dunia. UIY mengajak penikmat puisi bahwa keberadaan manusia di dunia harus memiliki visi dan misi sebagai penghambaan. Dunia sementara. Akhirat abadi selama-lamanya. Hal ini bisa diamati di paragraf

…..

Sekarang kita di sini tapi kita akan ke sana

Memamg kita di sini tapi bukan untuk di sini

Kita sekarang di sini tapi untuk di sana

Di sanalah yang utama karena di sanalah kita akan terus ada

 

UIY menjelaskan  makna sistem Islam yang komprehensif. Tidak hanya membawa manfaat di dunia, tapi juga mampu menorehkan kebahagiaan di akhirat. Sebabnya, siapa saja yang turut berjuang untuk penegakkan syariah, pahalanya mengalir. Suatu kebahagiaan bagi seorang muslim dengan berbangga pada amal jariyah. Harapannya memasuki jannah yang telah dijanjikan Allah Swt. Puncak kebahagiaan tertinggi seorang muslim hidup diridhoi Allah. Kelak bersama-sama berkumpul di surga bersama orang yang dicintainya. Hal ini bisa diresapi di paragraf:

….

Oleh karena itu

Bagi kita tidak ada kita melakukan sesuatu

Hanya untuk sesuatu di sini

 

Tidak ada ekonomi untuk ekonomi di sini

Tidak ada cinta dan keluarga sekadar cinta di sini

Pun tidak ada dakwah perjuangan dan politik untuk di sini

 

Kita melakukan sesuatu semua untuk sesuatu di sana

Karena di sana kita akan terus ada

Terus bahagia sepanjang masa yang bahagianya tak tertandingi

Dengan bahagia apapun di sini

 

UIY tidak sedang mengutip isi dalil terkait masa perbandingan hidup dunia dan akhirat. Ia menggambarkannya dalam frasa yang cukup unik. Perumpamaan yang dinyatakan mampu dipahami bahwa harga dunia itu sedikit. Bisa dibilang hina jika dibanding kenikmatan di akhirat. Meski demikian UIY mengingatkan bahwa kehidupan dunia bisa menjadi bekal yang baik di akhirat. Perumpaan itu dilukiskan agar manusia bersikap proporsional. Tidak terlalu mengagungkan dunia. Tidak pula melupakan akhirat yang kekal abadi selamanya. Pesan mendalam itu ada di paragraf:

….

Di sini bila dibanding dengan di sana

Seperti hidup hanya sesore

Seluruh bahagia hanya seperti air menetes dari jemari

Sedang yang di sana bagai air samudera

 

Tapi yang di sana hanya bisa dicapai melalui yang di sini

Tidak akan ada di sana kecuali ada lebih dulu di sini

Oleh karena itu di sini sungguh penting

Sebab ia akan menentukan yang di sana

Di sana terkait dengan yang di sini

 

Ada pesan politik di puisi UIY. Sifat politisnya tercermin semenjak bergabung di HTI. Caranya memadukan unsur tsqofah Islamiyah, tsaqofah hizbiyah, dan politik kekinian merupakan kecerdasan tersendiri. Unik dan estetik. Justru pemikiran kreatif inilah pemikiran yang tinggi melebihi pemikiran biasa yang hanya berfikir untuk diri sendiri. Selain itu, UIY ingin membuktikan bahwa dia adalah politisi ulung yang tidak menghamba pada kepentingan dunia. Frase penutup puisi ini benar-benar menusuk. Khususnya politisi berkutu busuk.

….

Di sini menentukan yang di sana

Di sana ditentukan yang di sini

Dan kesempatan kita

Di sini hanya sekali ini

Tak ada lagi

 

Kalau sudah tahu seperti itu

Masih beranikah berpolitik

Sekadar untuk jabatan dan kekuasaan di sini?

 

Kalau aku enggak

Lagian aku bukan politisi penghamba uang dan kekuasaan

 

Puisi karya UIY seperti oase baru bahwa perjuangan dan opini bisa dilakukan dengan cara-cara kreatif. Tentunya tanpa menghilangkan identitas penulis sebagai Jubir HTI dan cara baru mengirim pesan kepada kawan dan lawan. Puisi UIY menjadikan bukti si penulis memiliki pemikiran out of the box sebagai bentuk perlawanan baru. Melalui kata ibaratkan senjata. Melalui berpuisi bukan sebuah retorika, tapi ini kata yang merevolusi keadaan menjadi nyata. []

Tentang Bukit Gagasan

BUKIT GAGASAN adalah wahana mengekspresikan pendapat, pemikiran dan komentar-komentar dari para penulis terpilih. Gagasan yang dipublikasikan dapat berbentuk opini, analisis, kritik, refleksi, kisah inspiratif, atau solusi atas suatu permasalahan dalam berbagai bidang seperti sosial, ekonomi, pendidikan, politik, agama, dan kebudayaan

Cek Juga

Terima Kasih untuk yang Pro dan Kontra Khilafah: Keduanya Memicu Gelombang Kebangkitan Islam 

Meski gagasan khilafah semakin mendapat simpati masyarakat Indonesia, namun tidak sepi juga dari penolakan. Meski …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *