fbpx
Rabu , 15 Juli 2020
Beranda / Artikel / Kritik Lewat Stand-Up Comedy

Kritik Lewat Stand-Up Comedy

Penunlis: Mirqotul Aliyah
(Alumnus Universitas Airlangga Program Studi Ilmu dan Teknologi Lingkungan)

Pengertian kritik berdasarkan KBBI adalah kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat dan sebagainya. Sebuah kritik bisa dilakukan langsung kepada orang atau instansi yang ingin dikritik atau bisa dilakukan tidak langsung dengan cara lewat media sosial seperti twitter atau blog dan juga bisa lewat karya seni.

Penyampaian kritik lewat karya seni bisa bermacam-macam bentuknya, tergantung media ekspresinya, bisa lewat lukisan, lagu, teater atau komedi. Kalau lewat lagu misalnya lagu Bento oleh Iwan Fals yang mengkritik orang Orde Lama. Dalam seni lukisan, ada Butet yang melukis dengan tema “Punakawan Unfriend Semar” yang mengkritik adanya pecah belah hanya karena beda pendapat. Untuk kritik lewat komedi bisa dilakukan dengan stand-up comedy.

Stand-up comedy adalah lawakan tunggal dengan cara monolog. Seni ini mulai berkembang peminatnya di Indonesia. Stand-up comedy semakin santer mengkritik kegelisahan dan keresahan dari berbagai aspek permasalahan meliputi masalah percintaan, sosial-ekonomi, politik, pembangunan bahkan kebijakan pemerintah.

Di dunia, stand-up comedy mulai berkembang dari abad ke-18 namun di Indonesia baru berkembang sekitar tahun 2011. Penampilan para komika, sebutan untuk pemain stand-up comedy, biasanya dilakukan di kafe. Komika menyampaikan materi yang berisi humor-humor kegelisahan yang terjadi berdasarkan pengalaman pada setiap pertunjukannya.

Salah satu komika yang cukup terkenal adalah Radityadika. Komika yang jadi ujung tombak berdirinya komunitas stand-up comedy Indonesia ini sering memilih materi yang berkaitan dengan kegelisahan dalam dunia percintaan khususnya di kalangan remaja. Lain lagi dengan Dodit Mulyanto, komika jebolan kompetisi stand-up comedy ini menggunakan materi yang berkaitan dengan kegelisahan dalam kehidupan sehari-hari dan menggunakan biola untuk menunjang setiap penampilannya.

Selain menghibur, stand-up comedy juga dimanfaatkan komika untuk menunjukkan aspirasinya dengan cara mengkritik. Salah satu komika yang viral karena mengkritik adalah Aji Pratama. Komika lulusan STM ini memenangkan perlombaan stand-up comedy dalam rangka ulang tahun DPR RI. Kelihaiannya membandingkan anggota DPR dan anak STM berhasil membuat jajaran anggota DPR tertawa walaupun dalam materinya banyak sentilan-sentilan tentang kelakuan anggota DPR RI. Aji berhasil mendapatkan hadiah sepeda motor serta uang tunai dan yang paling penting Aji berhasil menyajikan kritik dengan sangat menyenangkan.

Selain Aji, komika senior yang sering melakukan kritik lewat stand-up comedy adalah Pandji Pragiwaksono. Dalam kalangan komika, Pandji memang menjadi salah satu panutan para komika yang ingin belajar stand-up comedy dengan materi kritik. Pandji dalam penampilannya “stand-up comedy world tour” menggunakan materi-materi kritik yang cukup sensitif di Indonesia. Beberapa materi yang dibawakan yang cukup ramai diperbincangkan seperti legalitas ganja, tempat prostitusi hingga penggunaan toa masjid.

Komika yang memilih materi berkaitan dengan kritik memiliki tantangan yang cukup besar. Dibutuhkan riset mendalam agar materi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan. Isu-isu yang beredar dan berita yang sensitif bagi masyarakat wajib dikaji berulang-ulang untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman.

Di samping itu, para komika harus bisa membaca tipe-tipe penonton pada saat melakukan stand-up comedy untuk menghindari ketersinggungan dalam penyampaiannya. Dikarenakan ketersinggungan setiap orang berbeda-beda. Batas penggunaan materi untuk dijadikan komedi agar tidak menyinggung juga berbeda tiap individu. Dalam satu pertunjukan ada yang tertawa tapi ada juga penonton yang tersinggung dengan materi yang dibawakan. Oleh karena itu kesalahpahaman kerap membuat komika mendapat masalah.

Masalah akibat kesalahpahaman dalam membawakan materi kritik pernah dialami oleh Pandji Pragiwaksono. Pandji pernah dipanggil suatu redaksi koran karena ada materi yang menyinggung pihak koran. Namun yang menarik adalah cara menyelesaikan kesalahpahaman antara Pandji dan pihak koran. Pihak koran sebagai yang tersinggung mau berdiskusi dengan Pandji sebagai pihak yang menyinggung. Setelah berdiskusi, kedua belah pihak mencapai kesepahaman untuk menyelesaikan masalah secara damai. Beda lagi dengan kasus Joshua Suherman dan Ge Pamungkas. Ge dan Joshua langsung dilaporkan ke polisi karena materi yang dibawakan menyinggung Forum Umat Islam Bersatu.

Kritik lewat stand-up comedy rawan melahirkan kesalahpahaman dan ketersinggungan namun apa yang dilakukan Pandji dan pihak koran dalam menyelesaikan masalah patut dicontoh. Bersedia berdiskusi, membuka pemikiran dan hati yang lapang adalah kunci menyelesaikan ketersinggungan dan kesalahpahaman. []

Tentang Bukit Gagasan

BUKIT GAGASAN adalah wahana mengekspresikan pendapat, pemikiran dan komentar-komentar dari para penulis terpilih. Gagasan yang dipublikasikan dapat berbentuk opini, analisis, kritik, refleksi, kisah inspiratif, atau solusi atas suatu permasalahan dalam berbagai bidang seperti sosial, ekonomi, pendidikan, politik, agama, dan kebudayaan

Cek Juga

Antara Kebebasan Berpendapat, Media Sosial, dan Kritik Sosial

Presiden Jokowi mendapatkan penghargaan pada Hari Pers Nasional tahun 2019 ini. Presiden dinilai sebagai orang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *